Lika-Liku Kehidupan
Pernah merantau ke Pulau Bangka hingga mengalami kecelakaan naas ditabrak angkot di Jakarta tak memadamkan semangat Bu Ita untuk berdagang. Bermodal awal Rp 1 juta, ia mendirikan warung kecil.
Menemukan Titik Cerah
Melalui KKI, Bu Ita mendapatkan bantuan modal awal Rp 1 juta untuk melengkapi isi warungnya. Warungnya laris manis melayani nelayan yang pulang melaut hingga malam hari.
Meraih Impian Mewujudkan Rumah Idaman
Pesan dari KKI untuk membeli barang kebutuhan (bukan keinginan) diterapkan secara disiplin. Hasil tabungan dan pinjaman KKI digunakannya untuk membangun rumah pribadi bertahap, membangun unit kontrakan, serta membuka bisnis selang air bersih.